-->

Followers

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pengajian Akbar LDII Sulsel, Pemerintah Tekankan Pentingnya Akhlak, Persatuan, dan Waspada Hoaks

By On September 15, 2025



MAKASSAR, MJSULBAR.COM - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan melalui Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M. Ikbal S. Suhaeb, SE, MT, menghadiri kegiatan Pengajian Akbar dan Silaturahim yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan pada Minggu (14/9/2025) di Masjid Roudhotul Jannah, Kompleks Dr. Tadjuddin Chalid, Jalan Berua Raya, Kota Makassar.

Kegiatan keagamaan ini mengusung tema: “Sinergi Pemerintah Provinsi dan LDII dalam Mewujudkan Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan warga LDII secara langsung maupun secara daring melalui platform Zoom Meeting. Para peserta datang dari berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus organisasi, yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan pengajian akbar dan silaturahim ini.

Dalam sambutan resmi mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M. Ikbal S. Suhaeb menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LDII atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan ini.

“Acara ini merupakan wujud nyata dalam mengembangkan syiar Islam, membangun kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat Sulawesi Selatan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, kegiatan seperti pengajian dan silaturahim ini memiliki peran besar dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak mulia, dan sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Ia menekankan bahwa setiap aktivitas, apapun bentuknya, hendaknya dilandasi dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat untuk mewujudkan keadilan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada kesempatan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang membangun diri, masyarakat, bangsa, dan negara dengan berlandaskan nilai-nilai spiritual,” imbuhnya.

Waspada Hoaks, Pererat Ukhuwah Islamiyah

Dalam pesannya kepada warga LDII dan masyarakat umum, Dr. Ikbal juga menyoroti maraknya berita bohong (hoaks), tuduhan tak berdasar, dan prasangka negatif yang tersebar luas di media sosial. Ia mengingatkan bahwa hal tersebut hanya akan merusak keadilan dan meruntuhkan persatuan.

“Islam mengajarkan kita untuk berakhlak mulia, bersikap jujur, dan amanah. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Mari kita jaga keharmonisan dan kedamaian,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan pengajian dan silaturahim seperti ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjalin komunikasi yang harmonis antarumat, serta mempererat persatuan dan kesatuan.

Saat diwawancarai, Kepala Dinas Dukcapil Sulsel juga menyampaikan harapan agar LDII terus menjadi organisasi yang membawa kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Kita melihat banyaknya kelompok masyarakat yang berbeda pendapat. Dengan kegiatan seperti ini, LDII berperan penting mempererat silaturahim dan menjadi benteng umat terhadap masuknya paham-paham yang merusak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa LDII melalui dakwah bil hal yaitu dakwah melalui tindakan nyata, telah banyak berkontribusi dalam berbagai bidang seperti kesehatan, lingkungan, dan ketertiban masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkan terus diperbanyak agar masyarakat semakin tercerahkan dan dapat menjadi contoh positif di tengah masyarakat.

“Pesan kami kepada seluruh warga LDII: apa pun yang kita lakukan, tidak hanya mencerminkan pribadi, tapi juga membawa nama baik organisasi. Oleh karena itu, berbuatlah yang terbaik dan jadilah panutan,” pesannya.

Ketua LDII Sulsel: Kami Komitmen Dukung Program Pemerintah

Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom. menyampaikan bahwa LDII sejak awal kehadirannya telah berkomitmen mendukung penuh semua program pemerintah.

“Kami selalu berupaya memberikan manfaat, tidak hanya untuk warga LDII, tetapi juga untuk masyarakat secara umum. Prinsip kami adalah terus berkarya, berkontribusi, dan menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak,” ungkap Asdar saat diwawancarai. 

Ia menambahkan bahwa LDII ingin mengajak kepada masyarakat luas bagaimana hidup dengan tertib, disiplin, dan taat kepada pemerintah yang sah.

“Tidak ada masyarakat yang ingin melihat lingkungannya rusak. Maka dari itu, kami mendidik warga LDII untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” tambahnya.

Kegiatan pengajian akbar dan silaturahim ini diisi pengkajian ayat Alquran dan pembacaan doa. Adapun penyampai pengkajian Alquran menekankan pentingnya menjaga diri dari segala macam perbuatan dosa.

Sinergi antara Pemprov Sulawesi Selatan dan LDII ini diharapkan terus berlanjut dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, yang tidak hanya maju secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga berkarakter, religius, dan bermartabat.

Peduli Bumi, LDII Dukung Pesan Lingkungan dalam Mukernas Permabudhi

By On June 29, 2025

Ketua DPW LDII Sulsel, H Asdar Mattiro (kanan) bersama Wakil Menteri Agama RI, KH Romo H R Muhammad Syafi’i (kiri) pada acara Mukernas IV Permabudhi di Hotel Aston, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/6/2025).

MAKASSAR, MJSULBAR.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan, H Asdar Mattiro SSos MIKom menghadiri acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang digelar di Hotel Aston, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/6/2025).

Kegiatan bertajuk “Sinergi Harmoni Permabudhi Peduli Bumi” sebagai bentuk komitmen umat Buddha Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta memperkuat sinergi dan persatuan umat.

Selain Ketua DPW LDII Sulsel, juga hadir Wakil Menteri Agama RI KH Romo H R Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Sekprov Sulsel Jufri Rahman.

Hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, Ketua Komisi C DPRD Sulsel Andi Prasetyo Tanta, Ketua Permabudhi Sulsel Yongris, dan sejumlah perwakilan dari tokoh ormas.

LDII sendiri komitmen menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Di bidang lingkungan, LDII secara rutin mengadakan kegiatan penanaman pohon, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lokal. LDII telah mencanangkan gerakan go green. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah erosi dan banjir. Disamping itu, untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Bahkan di antara 8 klaster pengabdian LDII, salah satunya adalah bidang lingkungan hidup.

Milenial dan Charity: Gaya Baru Generasi Muda dalam Membangun Kepedulian Sosial – EF EFEKTA English for Adults

By On June 29, 2025



MJSULBAR.com - Generasi milenial dikenal dengan gaya hidup digital, kepekaan sosial yang tinggi, dan semangat kolaboratif. Salah satu bentuk nyata kepedulian mereka terlihat dalam cara mereka terlibat dalam charity. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan charity?

Charity artinya adalah amal atau kegiatan memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam praktiknya, charity tidak melulu soal uang, tetapi juga bisa berupa waktu, tenaga, bahkan keterampilan yang diberikan secara sukarela untuk membantu sesama.

Lalu, arti kata charity dalam konteks sosial lebih luas lagi. Charity menjadi simbol solidaritas, bentuk nyata empati, dan langkah aktif dalam menciptakan perubahan sosial. Milenial melihat charity bukan hanya sebagai kewajiban moral, tetapi juga bagian dari gaya hidup sosial yang berdampak.

Gaya Baru Charity ala Generasi Milenial

1. Digital Donation & Crowdfunding

Milenial memanfaatkan platform digital seperti KitaBisa, GoFundMe, atau social campaign di Instagram untuk berdonasi secara cepat dan transparan.

2. Berbagi Melalui Konten

Banyak influencer muda membuat konten edukatif dan penggalangan dana sambil menyebarkan pesan sosial kepada followers mereka.

3. Volunteering dengan Skill

Alih-alih sekadar memberi materi, milenial cenderung menawarkan keahlian mereka. Misalnya, mengajar gratis, bantu branding UMKM lokal, atau membuat desain untuk kampanye sosial.

4. Charity sebagai Komunitas

Mereka membentuk komunitas atau movement, seperti "Jumat Berkah", "Sedekah Buku", atau "Makan Gratis", yang bersifat terbuka dan kolaboratif.

Kesimpulan

Milenial telah mengubah wajah charity menjadi lebih dinamis, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan memadukan teknologi dan empati sosial, mereka membuktikan bahwa menjadi bagian dari perubahan bisa dilakukan siapa saja, kapan saja.

Tingkatkan Bahasa Inggris Anda untuk Misi Sosial yang Lebih Besar!

Ingin menyampaikan pesan sosial atau menjalankan campaign charity ke audiens global? Bergabunglah dengan EF EFEKTA English for Adults, kursus bahasa Inggris profesional untuk dewasa yang akan membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan berdampak. Saatnya jadi agen perubahan, mulai dari bahasa!




Kejati Sulsel dan LDII Sinergi Cegah Narkoba Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

By On June 12, 2025


MAKASSAR, MJSULBAR.com – Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Plus Budi Utomo Makassar, Jalan Berua Raya, pada Rabu (11/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel merangkap Asisten Intelijen (Asintel), Soetarmi, sebagai narasumber utama. Kehadirannya disambut hangat oleh Ketua DPW LDII Sulsel, H. Asdar Mattiro, serta Kepala SMA Plus Budi Utomo Makassar, Dede Nurrohim.

Kepala Sekolah SMA Plus Budi Utomo, Dede Nurrohim, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif edukasi hukum ini. Menurutnya, kegiatan JMS merupakan bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum.

“Terima kasih kepada Kejati Sulsel atas kegiatan edukasi hukum ini. Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas dalam etika, hukum, dan adab, sebagai bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Dede.

Senada dengan itu, Ketua DPW LDII Sulsel, H. Asdar Mattiro, menilai program JMS sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan hukum kepada generasi muda.

“Saya tidak ingin anak-anak kita terjerumus ke dalam masalah hanya karena kurangnya pengetahuan hukum. Mari kita mulai dari hal kecil, seperti melawan hoaks di media sosial. Jadilah penyambung solusi, bukan sumber masalah,” pesannya kepada para siswa.

Dalam penyuluhannya, Soetarmi membawakan materi bertajuk "Siswa Cerdas Kenali Hukum, Jauhi Narkoba". Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan bentuk kejahatan luar biasa yang mengancam masa depan bangsa.

“Narkoba merusak perilaku dan mental generasi muda. Kecanduan membuat penggunanya nekat melakukan apa saja demi mendapatkan barang haram itu,” ujarnya.

Soetarmi juga memaparkan berbagai dasar hukum terkait narkotika, seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 Tahun 2020 mengenai klasifikasi narkotika. Ia menjelaskan dampak negatif narkoba dari sisi kesehatan, sosial, dan budaya.

Di akhir pemaparannya, Soetarmi mengajak seluruh siswa untuk menjauhi narkoba dan menjaga masa depan mereka.

“Jauhi narkoba, sayangi keluarga. Hidup memang ada akhirnya, tapi jangan akhiri hidup karena narkoba. Narkoba adalah pembunuh berdarah dingin—jauhi atau mati,” tegasnya.

Kegiatan JMS ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum dan menjauhi perbuatan melanggar hukum, khususnya narkoba.

Lantik Penjabat Kepala Desa, Bupati Harapkan Adanya Pertemuan Kekeluargaan

By On October 08, 2019

Pelantikan Dua Penjabat Desa oleh Bupati Mamuju H Hasbi Wahid, yang di Pusatkan di Halaman Kantor Desa Bonda Kecamatan Papalang.

MAMUJU, MJSULBAR.COM - Mengisi kekosongan Jabatan di tingkat Desa, pada selasa (8/10/2019). Pemerintah Kabupaten Mamuju melakukan Pelantikan dan Pengambilan sumpah Jabatan untuk Penjabat Kepala Desa di dua Desa yakni Desa Bonda Kecamatan Papalang dan Desa Botteng Kecamatan Simboro.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mamuju H Habsi Wahid berharap kepada Penjabat Kepala Desa agar melakukan pertemuan dengan warga yang dikemas dalam bentuk pertemuan kekeluargaan.
“Agar terjalin hubungan yang baik dan tidak terjadi kesalah pahaman antara warga dan Kepala Desa tentunya tugas yang harus dilakukan selaku pemimpin di tingkat Desa, dan perlu melakukan pertemuan-pertemuan kekeluargaan yang tentunya mengedepankan rasa persaudaraan sehingga terjalin rasa saling menghargai,” ujar Habsi Wahid.
Sesaat setelah melantik dua Penjabat Desa yang di Pusatkan di halaman Kantor Desa Bonda Kecamatan Papalang.
Bupati juga berpesan, salah satu tugas yang harus di laksanakan selaku Penjabat Kepala Desa yakni melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Definitif, sehingga harus menyusun formula di Desa agar dalam pelaksnaannya nanti dapat berjalan dengan kondusif.
Adapun Pejabat Kepala Desa yang dilantik adalah Desa Bonda Kecamatan Papalang di jabat oleh Ridwan SPd dan Desa Botteng Kecamatan Simboro di jabat oleh Jumardin SIp. (*).

Harapkan PAD meningkat, Bupati Mutasi Pejabat di Bapenda Mamuju

By On September 23, 2019


MAMUJU, MJSULBAR.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamuju yang masih tergolong rendah, membuat Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid segera mengambil tindakan. Salah satu kebijakannya, dengan melakukan pergeseran pejabat administrator dan pengawas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mamuju. Pertanggal 23 September 2019, secara resmi 4 pejabat di Bapenda Mamuju bergeser yang ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Mamuju di Kantor Bapenda Mamuju.

Dari pergeseran pejabat tersebut, Habsi Wahid mengharapkan PAD Mamuju yang kini masih diangka kurang dari 10% dari APBD yakni 70 miliyar rupiah dapat meningkat signifikan. Sebab, jika melihat potensi daerah yang tergolong besar, PAD mamuju dapat mencapai angka 200 miliyar. Hanya saja, sejauh ini, Kabupatenb Mamuju masih terhambat di infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Sebenarnya angka 70 M itu jauh dari potensi yg kita miliki, kalau menurut perkiraan,  bisa kita capai sampai 200 M itu baru di pajak restoran dan tempat hiburan. namun mengapa PAD kita masih rendah, tentu berapa variabel yang menentukan, pertama infrastruktur kita belum memadai,  kedua SDM masih menjadi suatu kelemahan dalam memaksimalkan penerimaan PAD.” Sebut Habsi.

Ia menyampaikan bahwa pergeseran yang dilakukan bukan untuk memberi sanksi kepada pejabat sebelumnya akan tetapi hal tersbebut merupakan hasil evaluasi atas pendampingan KPK selama kurang lebih satu tahun terakhir. Menurutnya, untuk mengisi jabatan administrator dan pengawas, dibutuhkan pejabat yang lebih menguasai Informasi Technology (IT).

“Sudah sekitar 1 tahun kita mendapat pendampingan dari KPK. Banyak hal yang didapati sebagai penghambat penerimaan PAD. Oleh karenanya dengan mendadak kita melakukan suatu rotasi jabatan pejabat administrator dan pejabat Pengawas.
Ini tentu maknanya bahwa kita ingin lebih baik bagaimana meningkatkan PAD kita.” Terangnya.

Kepada pejabat yang telah dilantik, Habsi meminta agar mereka banyak belajar lagi dan lebih bertanggung jawab.

Adapun mereka yang dilantik diantaranya, A. Tasyrief Akbar menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Imran menjadi Kepala Bidang Perencanaan dan pengembangan Pendapatan Daerah, Abd. Kadir menjadi Kasubbid Pengembangan dn Intesifikasi Pendapatan Daerah dan Jusni Adil menjadi Kasubbid Perumusan teknik perencanaan Intesifikasi dan Analisis Regulasi Pendapatan. (hms.dhl)

LDII DIY Gelar Pelatihan Dakwah Era Milenial

By On September 20, 2019

Silaturahim pengurus harian DPW LDII DIY dengan Kepala Kantor  Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kakanwil Kemenag DIY) Drs H Edhi Gunawan MPdl


YOGYAKARTA, MJSULBAR.COM - Sejarah mencatat bahwa ulama sangat berperan besar dalam menjaga keutuhan NKRI. Seiring berjalannya waktu, saat ini teknologi berkembang semakin pesat sehingga secara langsung atau tidak langsung banyak informasi yang membuat bingung masyarakat, termasuk didalamya ulama. Menyikapi hal ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyelenggarakan pelatihan dakwah bagi dai/daiyah se-DIY. 

Acara bertempat di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Minggu, 22 September 2019 mendatang. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan bekal dan wawasan kepada Dai/Daiyah muda LDII DIY tentang apa dan bagaimana menghadapi generasi milenial, menyelami perkembangan teknologi dunia maya dan ketrampilan public speaking. Akan hadir sebanyak 50 utusan Dai/Daiyah muda LDII seluruh kabupaten dan Kota se-DIY, 10 pengurus DPW LDII DIY dan 15 peserta umum.

Materi pelatihan berfokus pada dakwah era digital. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas bagi juru dakwah dalam melakukan dakwah tatap muka langsung, maupun dakwah tidak langsung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pelatihan akan dibuka oleh Kakanwil Kemenag DIY, dengan narasumber antara lain Dr. KH. Malik Madani, Wakil Ketua MUI DIY, Dr. H. Hamdan Daulay, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, H. Ahmad Riyadi, M.Kom, DPW LDII DIY, dan Sakti Alfattah (Public Speaking Motivator).

Kegiatan DPW LDII Yogyakarta lebih lengkap dapat diakses melalui www.diy.ldii.or.id