-->

Followers

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

LDII DIY Gelar Pelatihan Dakwah Era Milenial

By On September 20, 2019

Silaturahim pengurus harian DPW LDII DIY dengan Kepala Kantor  Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kakanwil Kemenag DIY) Drs H Edhi Gunawan MPdl


YOGYAKARTA, MJSULBAR.COM - Sejarah mencatat bahwa ulama sangat berperan besar dalam menjaga keutuhan NKRI. Seiring berjalannya waktu, saat ini teknologi berkembang semakin pesat sehingga secara langsung atau tidak langsung banyak informasi yang membuat bingung masyarakat, termasuk didalamya ulama. Menyikapi hal ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyelenggarakan pelatihan dakwah bagi dai/daiyah se-DIY. 

Acara bertempat di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Minggu, 22 September 2019 mendatang. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan bekal dan wawasan kepada Dai/Daiyah muda LDII DIY tentang apa dan bagaimana menghadapi generasi milenial, menyelami perkembangan teknologi dunia maya dan ketrampilan public speaking. Akan hadir sebanyak 50 utusan Dai/Daiyah muda LDII seluruh kabupaten dan Kota se-DIY, 10 pengurus DPW LDII DIY dan 15 peserta umum.

Materi pelatihan berfokus pada dakwah era digital. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas bagi juru dakwah dalam melakukan dakwah tatap muka langsung, maupun dakwah tidak langsung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pelatihan akan dibuka oleh Kakanwil Kemenag DIY, dengan narasumber antara lain Dr. KH. Malik Madani, Wakil Ketua MUI DIY, Dr. H. Hamdan Daulay, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, H. Ahmad Riyadi, M.Kom, DPW LDII DIY, dan Sakti Alfattah (Public Speaking Motivator).

Kegiatan DPW LDII Yogyakarta lebih lengkap dapat diakses melalui www.diy.ldii.or.id

Gubernur Sulsel di Pengajian Akbar LDII: Mari Duduk Bersama Hadirkan Boarding School yang Berkualitas

By On September 15, 2019

Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir Nurdin Abdullah MAgr menyampaikan arahan di forum pengajian akbar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan. 

MAKASSAR, MJSULBAR.COM – Mendidik bukan hanya untuk mencerdaskan, tetapi juga untuk membangun moral yang baik. Bila ingin berhasil menciptakan manusia yang cerdas, bermoral, dan beretika maka sarana dan prasarana pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir Nurdin Abdullah MAgr mengutarakan, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul harus didukung infrastruktur yang mendukung. “Saya ingin mengatakan bahwa apa yang dicanangkan oleh presiden kita yaitu membangun SDM unggul. Saat ini masih ada batu bara, emas, nikel, lahan, dan air. Tetapi 20-30 tahun kedepan tantangannya berbeda. Apa yang kita bisa wariskan yaitu iman, takwa, ilmu, dan teknologi,” ujarnya di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/9/2019).

Pengajian akbar LDII Sulawesi Selatan di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/9/2019). Hadir Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir Nurdin Abdullah MAgr dan Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan AGH Sanusi Baco Lc.


Gubernur Nurdin Abdullah hadir menyampaikan arahan di forum pengajian akbar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelum menyampaikan arahan, gubernur mengunjungi dua tempat yang berbeda. Pertama, Gubernur Nurdin Abdullah meresmikan Sekolah Budi Utomo Makassar. Selanjutnya, gubernur juga meninjau maket Pesantren Roudhotul Jannah Makassar dan menandatangani prasasti peresmian masjid.

Selain Gubernur Nurdin Abdullah, juga hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan AGH Dr (HC) Sanusi Baco Lc yang menyampaikan ceramah agama. Pengajian yang dihadiri ribuan umat muslim ini bertajuk “Peran LDII Menumbuhkan SDM Profesional Religius dalam Mewujudkan Indonesia Maju”.

Pengajian dihadiri warga LDII dari 5 kecamatan di Kota Makassar. Juga hadir para Ketua dan Sekretaris DPD LDII kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Turut hadir Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Drs Adnas MSi, Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, dan Sekretaris Ishak Andi Ballado SE. Tampak hadir Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro SSos, Muhtar Mannan SH, Dr Sukardi Weda, Dr Sanusi Fattah SE MSi, dan Ir La Hatta MPd.

Pendidikan, kata Gubernur Nurdin Abdullah, jangan hanya berorientasi mencerdaskan. Tetapi juga membangun akhlak yang baik. “Padahal, kalau mau berhasil, anak-anakku sekalian harus menjadi manusia yang cerdas, bermoral, dan beretika,” katanya.

LDII mendirikan Yayasan Budi Utomo Makassar yang mengelola sekolah mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga SMA. Gubernur Nurdin Abdullah di kesempatan pengajian akbar tersebut menandatangani prasasti peresmian Sekolah Budi Utomo Makassar. Selain itu, pihaknya menandatangani prasasti beberapa masjid yang dikelola LDII.

Dalam sambutannya, gubernur mengatakan, Indonesia memiliki semua Sumber Daya Alam berupa energi atau mineral. “Kita tinggal mencari ilmu, membekali iman, moral, dan etika yang baik. Kita menganut budaya sipakatau dan sipakalebbi. Jadi, saya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh LDII tidak bisa jika hanya LDII sendiri yang mengerjakannya. Harus ada campur tangan pemerintah,” ujar gubernur.

Gubernur berujar, mari duduk bersama hadirkan boarding school yang berkualitas. “Tugas LDII ini, bagaimana menciptakan insan yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki moral yang baik,” tuturnya.

Sementara Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP mengutarakan, dari sisi akademik, LDII melakukan literasi digital. “LDII telah melakukan lokakarya ekonomi dan digital dalam rangka menyikapi era industry 4.0. Tujuannya agar tidak gaptek teknologi. Pendidikan digital akan kita terapkan pada sekolah formal yang sekarang kita bina,” ungkap Abri saat diwawancarai media.

Lebih lanjut, LDII mengelola sekolah berbasis asrama atau boarding school. “Dari pagi hingga pukul 14.00 wita, para siswa dididik di sekolah formal. Adapun pukul 14.00 wita hingga pukul 22.00 Wita mereka dididik di pondok pesantren,” jelasnya.

Tujuan didirikannya boarding school, ujar Abri, agar ada keseimbangan antara pendidikan formal dan pesantren. “Keseimbangan antara pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keterampilan. Nah, attitude ini penting agar mereka tidak berinteraksi dengan narkoba. Saat mereka dewasa, mereka punya pondasi iman dan takwa,” sebutnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memberikan bantuan pembangunan masjid Sekolah Budi Utomo Makassar. “Insya Allah dengan bantuan dari pemerintah kolaborasi ini bisa terbangun dengan baik. Pada akhirnya kita membina umat dengan menyeluruh,” katanya. (mj)

Kontribusi Ormas, DPP LDII Gelar Lokakarya Ekonomi dan Pendidikan Digital

By On September 10, 2019

 Pembukaan lokakarya ekonomi dan pendidikan digital di Kantor DPP LDII, Jalan Arteri Tentara Pelajar, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Hadir tiga orang utusan dari DPW LDII Sulawesi Selatan. Ketiganya adalah Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, Wakil Ketua Dr Sanusi Fattah SE MSi, dan Wakil Sekretaris Mujahidin ST.

JAKARTA, MJSULBAR.COM – Menyongsong revolusi industri 4.0, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendorong warganya memiliki literasi digital. Melalui literasi dunia digital, warga LDII diharapkan tak mengalami kesenjangan pengetahuan dan mempermudah. Bahkan mengembangkan potensi mereka secara efisien dan optimal, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan.

Pentingnya beradaptasi sekaligus memanfaatkan era Revolusi Industri 4.0 menjadi latar belakang DPP LDII menggelar lokakarya nasional yang membahas ekonomi dan pendidikan berbasis digital di Kantor DPP LDII, Jalan Arteri Tentara Pelajar, Jakarta, Selasa (10/9/2019)

  Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, Wakil Ketua Dr Sanusi Fattah SE MSi, dan Wakil Sekretaris Mujahidin ST.
Lokakarya yang diikuti 200 orang dari perwakilan DPW LDII dari Aceh hingga Papua dan negara tetangga, dihadiri pula oleh Duta Besar Singapura Anil Kumar Nayar, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI, perwakilan tim Gapura Digital Google Indonesia, serta pakar ekonomi, pendidikan, dan praktisi digital lainnya. Hadir tiga orang utusan dari DPW LDII Sulawesi Selatan. Ketiganya adalah Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, Wakil Ketua Dr Sanusi Fattah SE MSi, dan Wakil Sekretaris Mujahidin ST.

Saat membuka acara, Ketua Pengarah Panitia sekaligus Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, hanya sekitar delapan persen orang yang dapat menghasilkan smart society dari sebuah smartphone. Artinya, hanya segelintir orang yang menggunakan teknologi digital yang mampu menghasilkan digital intelligence.

“Ormas dapat meningkatkan kontribusinya dengan memanfaatkan digital teknologi. Hal ini adalah bentuk sederhana integrasi antara struktur dan kultur. Sebagai contoh, jika sebuah keputusan dulu ditentukan berdasarkan pengalaman, kali ini dalam era digital sistem keputusan didukung dengan basis digital,” ujar Prasetyo Sunaryo.



Pada perkembangannya, teknologi komunikasi menciptakan big data. Sehingga implikasinya bagi masyarakat adalah mereka harus mampu membuat sistem manajemen data dan infrastruktur data. “Paling sederhana contohnya adalah manajemen data, dengan pengembangan perangkat lunak (software development), pengembangan model, dan presentasi model data oleh para pegiat digital, wujudnya nanti Artificial Intelligence (AI), dengan sistem pengamanan data tinggi,” kata Prasetyo.

Persoalannya, saat ini adalah bagaimana teknologi yang memudahkan, justru tak berhasil membantu manusia karena budaya, “Misalnya, pesan penting yang masuk dalam smartphone diabaikan atau terlambat membuka pesan (unresponsive) hal ini terkait kebiasaan seseorang, maka artinya kultur atau budaya seseorang bisa menghambat atau bisa memajukan teknologi,” ujar Prasetyo. Inilah pentingnya pendidikan digital untuk warga masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Singapura Anil Kumar menambahkan, manusia harus memanfaatkan teknologi bukan terjebak atau diatur teknologi, “Apakah teknologi yang harus pintar atau orang-orangnya yang pintar, maka manusia-lah yang harus memanfaatkan dan memanajemen teknologi,” ujar Anil Kumar.

Literasi digital sangat penting bagi masyarakat sejak dini. Bahkan di Singapura. Sejak sekolah dasar, menurut Anil Kumar, anak-anak sudah diperkenalkan dengan coding atau bahasa pemrograman. Sehingga tidak tidak takut oleh kemajuan teknologi dan terbiasa memanfaatkannya untuk hal yang positif. Anil menekankan: “Focus how to make people smart.”

Kecepatan perubahan yang sekarang jauh lebih cepat. Antara kecepatan dengan masalah yang muncul itu seolah terburu-buru. Tidak heran timbul disrupsi teknologi. “Manage the technology, jangan teknologi yang mengendalikan kita, ini adalah salah satu fokus penting,” kata Anil.

Adanya disrupsi atau gangguan berimbas juga pada bidang ekonomi, bisnis, dan lainnya. “Bisa jadi banyak pekerjaan akan hilang akibat disrupsi, misalnya ahli hukum tanpa bantuan teknologi, bisnis mereka tidak akan berjalan begitu saja, jika hanya membantu penyelesaian masalah penjualan tanah atau rumah,” kata Anil.

Menurutnya, meskipun terjadi disrupsi, penekanan di Singapura tidak terfokus pada melindungi sebuah pekerjaan, tapi melindungi pekerja. Karena pekerja bisa diberi ilmu untuk pekerjaan baru, malah bisa jadi kehidupan lebih baik daripada pekerjaan mereka yang terdahulu. (mj)

Pengurus LDII Undang Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco Lc Hadiri Pengajian Akbar

By On September 06, 2019



Pengurus LDII Sulawesi Selatan bersilaturahmi dengan Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan Dr ( HC) AGH Sanusi Baco Lc di kediaman pribadi Dr ( HC) AGH Sanusi Baco Lc , Jalan Kelapa III, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/9/2019).

MAKASSAR, MJSULBAR.COM – Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendakwah, para dai diharapkan bisa menyentuh persoalan umat. Pesan-pesan yang disampaikan melalui majelis taklim hendaknya menjadi solusi permasalahan umat. Bukan dakwah yang bersifat hiburan semata.

Silaturahmi Kepala Kemenag Sulsel, LDII Siap Bantu Pemerintah Berantas Buta Aksara Alquran

By On August 29, 2019

Pengurus LDII Sulawesi Selatan bersilaturahmi dengan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Abubakar SAg MPd di Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/8/2019). Mubalig LDII siap membantu Kemenag memberantas buka aksara Alquran di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, MJSULBAR.COM – Para mubalig atau dai diminta menyampaikan dakwah yang mencerahkan umat Islam. Materi dakwah hendaknya jangan meninggalkan persoalan fundamental, seperti bagaimana cara membaca Alquran yang benar. Tidak sedikit pula umat islam yang belum tahu tata cara bersuci (taharah) dan cara memandikan jenazah.

Demikian mengemuka dalam silaturahmi Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Abubakar SAg MPd di Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/8/2019).

Hadir dalam silaturahmi tersebut, Plt Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP dan sekretaris Ishak Andi Ballado SE. Juga hadir wakil ketua Asdar Mattiro SSos dan Muhtar Mannan SH. Turut hadir ketua biro pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga Effisia Hamdan SPd MM.

Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro SSos mengungkapkan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Anwar Abubakar SAg MPd menyambut baik kunjungan Pengurus LDII Sulawesi Selatan. “Beliau juga sangat berterima kasih kepada mubalig LDII yang terjun ke tengah masyarakat mengentaskan buta aksara Alquran,” ungkap Asdar saat diwawancarai.

Perihal pemberantasan buta aksara Alquran, LDII Enrekang telah menjalin kerjasama dengan Rutas Kelas II B Kabupaten Enrekang. Mubalig LDII secara rutin mengajar membaca Alquran para warga binaan di Rutan Kelas II B Enrekang.

Sebagai ormas Islam, kata Asdar, LDII akan dilibatkan dalam beberapa kerjasama. “Termasuk pengentasan buta aksara baca Alquran. LDII memberikan pendalaman kepada umat Islam tentang dasar-dasar ibadah yang memang langsung dikaji dari Alquran dan Alhadis,” katanya.

Dikesempatan silaturahmi tersebut, ucap Asdar, LDII mengundang Kepala Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri pengajian akbar yang rencananya akan digelar pada Minggu, 15 September 2019 mendatang. “Pengajian yang akan digelar di Masjid Roudhotul Jannah ini rencananya akan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan,” tambah Asdar.

Perihal tujuan audiensi, tutur Asdar, pengurus LDII Sulawesi Selatan meminta arahan Kepala Kemenag Sulawesi Selatan. “Kami sangat merasa senang bersilaturahim dengan Kepala Kanwil Kemenag sebagai orang tua kami. Kita minta arahan dari Kepala Kanwil Kemenag,” ucap Asdar.

LDII Sulsel Ikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

By On August 17, 2019


MJSULBAR.COM - MAKASSAR – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan turut serta mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Pelataran Trans Studio, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/8/2019) pagi.

Personil LDII yang hadir mengikuti upacara sekitar 25 orang dari kalangan pemuda dan pengurus harian. Pengurus harian LDII Sulawesi Selatan yang hadir antara lain sekretaris Ishak Andi Ballado SE dan wakil ketua Asdar Mattiro SSos dan Muchtar Mannan SH. Juga hadir wakil sekretaris Ridwan Yahya SE dan Ismail Arifin SPd.

Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro SSos mengungkapkan, instansi yang mengundang LDII mengikuti apel yaitu Kodam XIV Hasanuddin. Suratnya ditandatangani oleh Aster. “Kodam XIV Hasanuddin melibatkan LDII karena sudah terjalin kerjasama antara kedua belah pihak sejak lama. Termasuk diantaranya bela negara dan olahraga bersama,” ungkap Asdar.

Personel Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan turut serta mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Pelataran Trans Studio, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/8/2019) pagi. Apabila dibutuhkan, LDII Sulawesi Selatan siap berperan aktif untuk terjun ke lapangan.

LDII Sulawesi Selatan, kata Asdar, ingin mengambil peran mencegah kebakaran hutan. “Apabila dibutuhkan, LDII siap berperan aktif untuk terjun ke lapangan,” kata Asdar.

Asdar mengatakan, pihaknya berbincang dengan anggota TNI. Masuk ke dalam hutan merupakan sebuah kesulitan tersendiri. Pertama, akses untuk masuk hutan. Kedua, untuk membawa peralatan ke tengah hutan sangat sulit. “Bila terjadi kebakaran di tengah hutan lebat susah untuk dipadamkan, kecuali dari udara,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, luas hutan yang mengadami degradasi di Indonesia hingga saat ini sudah mencapai sekitar 57 juta hektar. “Sementara upaya rehabilitasi hutan dan lahan tidak seimbang dengan laju degradasi hutan sebesar 1,6 sampai 2,8 juta hektar per tahun,” katanya.

Tahun 2018 saja hingga saat ini, ungkap gubernur, kejadian kebakaran hutan di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 98 hektar. “Bisa saja meluas dan terus meningkat. Apalagi sampai saat ini hujan hampir belum turun di setiap kabupaten/kota dan cenderung kemarau hingga akhir tahun,” ungkap gubernur.

Merayakan Kurban, Seikhlas Nabi Ibrahim AS dan Sedermawan Nabi Muhammad SAW

By On August 12, 2019

Penyembelihan Hewan Qurban PC LDII Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

MJSULBAR.COM - Umat Islam di seluruh dunia Minggu (11/8) di seluruh dunia merayakan Hari Raya Kurban 1440 H. Di Padang Arafah. Arab Saudi, umat Islam sedang melaksanakan wukuf sebagai rangkaian ibadah hajinya. Sementara, umat Islam di belahan bumi lain setelah puasa sehari menggelar kurban.

“Hari ini seluruh umat Islam bergembira. Karena yang di Arafah telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, sementara umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia bergembira dengan memotong hewan kurban,” ujar Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc.

Menurut Chriswanto, kurban merupakan tekad umat Islam untuk meniru kesabaran dan keihklasan Nabi Ibrahim, yang bertahun-tahun tak bertemu anaknya, Nabi Ismail, lalu tiba-tiba diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya itu. Namun karena ketaatan, kesabaran, dan keikhalasan Nabi Ibrahim, Allah menggantikan tubuh Ismail dengan domba. Domba itulah yang kemudian disembelih.

Teladan ini dipelihara oleh Rasulullah dengan menekankan pentingnya berkurban, “Rasulullah bersabda, tak ada amalan yang lebih baik pada hari dibanding berkurban, amalan yang melebihi jihad mengorbankan harta, benda, dan nyawanya di medan perang melawan kemusyrikan,” ujar Chriswanto. Saat seorang muslim berkurban, sebelum darahnya menetes ke tanah, pahalanya sudah sampai kepada Allah.

“Setiap helai bulu, baik bulu yang halus dan kasar dari seekor hewan kurban adalah satu pahala,” ujar Chriswanto. Mulianya hari kurban dan pahalanya, membuat warga LDII berlomba-lomba untuk berkurban, “Dan tentu saja semangat berbagi. Inilah keadilan sosial yang diamalkan umat Islam, termasuk LDII,” ujar Chriswanto.

Pada 2018, keinginan yang kuat warga LDII untuk berkurban, dari data DPP LDII, warga LDII mengumpulkan sapi 19.582 ekor, kerbau 11 ekor, dan domba/kambing 19.309 ekor.

“Data yang kami himpun dari dari pengurus LDII se-Indonesia, per hari ini pukul 11.38 wib, jumlah kurban warga LDII seluruh Indonesia sebanyak 19.847 ekor sapi, 21 ekor kerbau dan 15.090 ekor kambing. Insya Allah masih akan bertambah lagi. Biasanya kami data akhir di sore hari. Angka ini diperkirakan tumbuh 10 persen pada 2019,” ujar Chriswanto.

Menurut Chriswanto, warga LDII taraf hidupnya sama dengan rakyat Indonesia pada umumnya. Banyak warga LDII yang hidupnya pas-pasan, namun keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, menurut Chriswanto, menjadi pendorong untuk melaksanakan kurban.

Untuk mengakali keterbatasan ekonomi namun tetap bisa berkurban, warga LDII menabung, setahun lamanya sejak kurban dilaksanakan tahun lalu. Mereka menabung sehari Rp1.000-5.000 per hari. Sehingga sebulan bisa terkumpul 100.000 dan selama setahun bisa dibelikan seekor kambing. Tabungan itu dikoordinir oleh PC, PAC LDII dan majelis-majelis taklim.

Namun ada pula yang menggunakan sistem patungan, sehingga kurban bisa dilaksanakan oleh setiap warga LDII. Meskipun dari kalangan dhuafa. Chriswanto lalu menukil hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi Juz 3/141:

‎سنن الترمذي ت بشار (3/ 141)
‎عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِي البَقَرَةِ سَبْعَةً، وَفِي البَعِيرِ عَشَرَةً.

“Dari ibnu abbas dia berkata: Kami bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam dalam sebuah perjalanan, lalu kami menjumpai hari raya kurban, maka kami bersyirkah 7 orang untuk satu ekor sapi dan 10 orang untuk satu ekor unta.”

Dalam hadist lain, bahkan satu umat atau kelompok masyarakat bersyirkah atau patungan untuk menyembelih seekor unta.

Semangat gotong-royong yang dipondasi rasa ikhlas, sabar, taat, dermawan, dan mencari rahmat inilah yang mendorong kenaikan jumlah hewan kurban yang dipotong warga LDII. Chriswanto berharap umat Islam di Indonesia melakukan hal yang sama, sehingga semua orang pada Hari Raya Kurban benar-benar bisa berbahagia karena dapat beramal yang terbaik di sisi Allah. [kim/*]

Berkurban 584 Ekor Sapi, LDII Sulsel: Idul Adha Momentum Membina Persatuan dan Kesatuan Bangsa

By On August 11, 2019

Ribuan umat Islam yang terdiri dari Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan masyarakat Kota Makassar melaksanakan Shalat Idul Adha di Lapangan Kompleks Sikamaseang, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/8/2019) pukul 07.00 Wita. 

MJSULBAR.COM - MAKASSAR – Idul Adha adalah potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Betapa Nabi Ibrahim telah mengalami ujian yang sangat berat tatkala ia menerima perintah untuk menyembelih putranya. Hakikatnya, penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha memiliki 2 hikmah, dilihat dari dimensi vertikal dan dimensi sosial.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP mengutarakan, sebelum darah hewan kurban sampai ke bumi, pahalanya sudah sampai di sisi Allah SWT. Idul kurban, kata Abri, bisa menjadi tameng dari neraka Allah. “Kuku kakinya, bulu-bulu, tanduk, dan semua bagian tubuh hewan kurban akan mendatangkan pahala. Tidak ada yang bisa membandingi pahala berkurban, kecuali orang yang berangkat dalam sabilillah kemudian pulang tinggal nama,” ujar Abri usai Shalat Idul Adha di Lapangan Kompleks Sikamaseang, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/8/2019).


Di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun ini, LDII mengambil tema “Berkurban Tingkatkan Ketakwaan dan Kepedulian Terhadap Sesama”. Menurut data sementara, warga LDII se-Sulawesi Selatan berkurban sapi sebanyak 584 ekor dan 120 ekor kambing. “Ini masih data sementara. Insya Allah satu sampai dua hari kedepan akan terus bertambah,” kata Dr Abri.

Warga LDII tidak menyia-nyiakan momen yang bernilai pahala yang besar ini. “Daging kurban ini akan kita tebar kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Generasi muda LDII siap tebar kurban pintu ke pintu,” ungkap Dr Abri.

Dimensi kedua, ujar Abri, terkait dimensi sosial, mementum Idul Adha ini sebagai momentum peduli kepada sesama umat islam. “Kita berbagi. Sesuai sabda Nabi, daging kurban 1/3 dikonsumsi dan 2/3 dibagikan kepada fakir miskin yang membutuhkan,” katanya.

Dari kacamata kenegaraan, Idul Adha sangat penting untuk membina persatuan dan persatuan bangsa. Momen idul adha ini kita membangun ukhuwah, kerukunan, dan kekompakan. “Sehingga tujuan dan cita-cita negara dengan mudah akan kita raih. Dengan persatuan dan kesatuan, maka apapun yang kita cita-citakan bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Dr Sanusi Fattah MSi menyampaikan, perintah agar Ibrahim menyembelih putranya telah menimbulkan perang batin yang hebat, yakni perjuangan antara iman dan hawa nafsu. “Imannya menuntut ketaatan atas perintah Allah, sedang nafsunya mendesaknya untuk menyelamatkan Ismail, anak kandung semata wayangnya,” tuturnya di hadapan ribuan umat islam yang mengikuti Shalat Idul Adha.

Iblis dengan segala cara berupaya agar Nabi Ibrahim tidak melaksanakan perintah itu. Karena itu, Ibrahim lantas mengambil 7 buah batu dan melemparkannya kepada iblis. Inilah yang pada akhirnya menjadi Jumrah Ula. Tidak berhasil menggoda Ibrahim, Iblis lantas membujuk Hajar agar segera mencegah suaminya yang bermaksud menyembelih putranya tersayang. “Namun Hajar juga menolak dan melempari Iblis dengan batu. Lokasi ini sekarang merupakan tempat melontar Jumrah Wustha,” ujarnya.

Penyembelihan hewan kurban itu harus benar-benar didasarkan atas keikhlasan hati dan niat semata-mata mencari ridha Allah. “Kalau niat ikhlas dan semata karena Allah belum ada di hati kita, maka kiranya perlu ditata kembali niatan berkurban. Tujuannya agar tidak sia-sia kurban kita di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Lebih lanjut, keluarga Nabi Ibrahim adalah wujud dari sebuah keluarga yang dalam istilah kita sekarang adalah keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. “Keluarga yang diliputi kasih sayang di antara sesama anggota keluarga. Keluarga yang mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keimananan, ketakwaan, dan akhlakul-karimah,” sebut Dr Sanusi Fattah MSi.

Keteladanan Nabi Ibrahim terlihat ketika ia berhasil menanamkan keimanan kepada putranya, Ismail, dan istrinya, Hajar. Hajar rela dan bersedia ditinggalkan di suatu tempat yang sangat tandus, padang pasir yang tidak ada tanda-tanda kehidupan yang sekarang menjadi Kota Mekkah dan sekitarnya. Kemudian Ismail dengan sangat sadar, sama sekali tidak menolak untuk menyerahkan dirinya disembelih sebagai bukti ketaatan Ibrahim terhadap Allah SWT. “Hal itu semua tidak akan terjadi manakala pondasi keimanan tidak kokoh,” katanya. (*)